{"id":1191,"date":"2024-09-13T08:59:33","date_gmt":"2024-09-13T08:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/acehcc.com\/?p=1191"},"modified":"2024-09-13T09:03:54","modified_gmt":"2024-09-13T09:03:54","slug":"belang-bebangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/acehcc.com\/?p=1191","title":{"rendered":"Belang Bebangka"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9a3c8cc430fc0db502783e1712691600 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:24px\"><strong>Usai Pesta Pacuan Kuda PON XXI, Belang Bebangka Lengang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-afa45f4ddcc1e6cbca3cc239c0be9ffb wp-block-paragraph\"><strong><em>News.acehcc.com \u2013 Takengon (13\/9\/2024).<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bc4a8489a01ddef56c9a344512298261 wp-block-paragraph\">Usai sudah kompetesi berkuda, Belang Bebangka pun lengang.&nbsp; Ya sejak awal September lalu, hingga kompetisi berkuda PON XXI wilayah Aceh berlangsung11-12 September 2024, Belang Bebangka menjadi buah bibir. Desa ini, tiba-tiba viral dan terkenal di manca negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-7785de5ca64f50d906cf311667d290bc wp-block-paragraph\">Itulah hasil kegiatan Pekan Olahraga Nasional yang ke XXI tahun 2024 ini. Semua mata, tidak lagi tertuju pada hasil kupi gayo yang sudah duluan tersohor di dunia, namun kali ini lomba pacuan kuda menjadi pusat perhatian.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"832\" height=\"736\" src=\"https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kuda1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1193\" style=\"width:741px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kuda1.jpg 832w, https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kuda1-300x265.jpg 300w, https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kuda1-768x679.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:14px\"><strong><em>(Foto: Arena Pacuan Kuda Belang bebangka sebelum PON XXI, 2023)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f70951886d0583c92a5c4467d1c9d848 wp-block-paragraph\">Didukung daerahnya yang sejuk dan Arena HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, di kecamatan Pegasing, kabupaten Aceh Tengah, yang telah berhias menambah indahnya suasana lomba. Tidak kurang sebanyak 107 kuda berpacu disana, dengan berbagai kelas pertandingan, dari 11 provinsi yang ada di tanah air, antara lain DKI Jakarta,Kaliman Selatan, Jatim, Jabar, Jateng, Sumatera Utara dan tidak ketinggalam tuan rumah Aceh yang menyiapkan 16 kuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-42c9e1348e7dc5d117a75966acfde371 wp-block-paragraph\">Pacuan kuda, sebutan pribumi gayo untuk cabang Berkuda ini, menampilkan 10 kelas pertandingan dan menyediakan 10 emas, 10 perak dan 10 perunggu. Seperti yang sudah diprediksi kontingen DKI Jakarta yang telah serius mempersiapkan dan bertekad mengambil juara umum pada PON kali ini berhasil menyaingi raja-raja kuda dari Kalsel, Jatim dan Jabar. Dengan jumlah 23 kuda yang ikut serta meraih juara umum dengan 12 pedali, masing-masing 4 emas, 4 petrak dan 4 perunggu.&nbsp; Didampingi kontingen Kalimantan Selatan yang hari pertama sempat memimpin, dengan total 6 medali, yakni 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-39b774acb3f16e7e8a4952fa9602d55a wp-block-paragraph\">Tuan rumah Aceh, yang didominasi oleh kuda local gayo hanya mampu meraih satu cabang yakni kelas D-1.000 M yang diikuti oleh 11 kuda dari berbagai provinsi, kuda bernama Gelumpang Pitu berhasil membawa atlet Hudal Akram yang mewakili Kontingen Aceh, finis di urutan ketiga, dan berhak meraih perunggu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"681\" src=\"https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/BelangBebangkaPON-1024x681.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1194\" style=\"width:723px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/BelangBebangkaPON-1024x681.jpg 1024w, https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/BelangBebangkaPON-300x199.jpg 300w, https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/BelangBebangkaPON-768x511.jpg 768w, https:\/\/acehcc.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/BelangBebangkaPON.jpg 1396w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:14px\"><strong><em>(Foto: Arena Berkuda Belang Bebangka, Saat Berlangsung PON XXI ; 11-12 Sept 2024)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6d1e933a4d4cfd68506a19d91366c0e1 wp-block-paragraph\">Belang Belangka, salah satu dari 31 kampung yang berada di kecamatan Pegasing, Takengon Aceh Tengah. Dapat ditempuh sekitar 7,6 km dari ibukota Takengon, dan berada dengan ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, menjadikan kampung atau desa ini memang luar biasa sejuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f84e90c1cdb7f73371a3267ce17a98df wp-block-paragraph\">Kampung yang dihuni sejumlah 735 jiwa (221 rumah tangga) pada tahun 2022, dan diperkirakan mencapai 780 saat ini, seimbang antara jumlah laki-laki dan perempuan.&nbsp; Meraka rata-rata bekerja sebagai petani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ea19dac8bc98d5866624a5ba6fa87de3 wp-block-paragraph\">Kampung ini, bagi orang gayo memang selalu teringat. Pelaksanaan even pacuan kuda ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Disparpora Aceh Tengah, selalu mengenalkan kita pada kampung ini. Kampung yang hanya ramai, jika ada pacuan kuda , baik dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia, atapun HUT Kota Takengen. Berdasarkan <em>cerite ni urang Gayo pudaha <\/em>(cerita orang orang terdahulu) bahwa pacu kuda tradisional bermula di Bintang tepatnya di (<em>Pante Menye) <\/em>pantai manja sekitar tahun 1850. AR Pinan dalam bukunya Pesona Tanoh Gayo, menjelaskan bahwa pacu kuda di <em>pante menye <\/em>bintang (bahasa Gayo-red), dilaksanakan pada pagi hari dan sore hari setelah waktu ashar. Satu sisi <em>line <\/em>pacuan dibatasi dengan air danau Lut Tawar dan sisi lainnya dibatasi dengan pagar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-23fca9e447862778cdf2c16022709559 wp-block-paragraph\">Seiring perkembangan zaman, pacuan kuda di Kabupaten Aceh Tengah mulai berkembang. Pacuan kuda tradisonal Gayo kemudian dilaksanakan di Gelanggang Musara Alun Blang Kolak I (satu) dan selanjutnya penyelenggaraan pacuan kuda tradisional gayo diambil alih oleh pemerintah, sekitar tahun 2002, oleh Bupati Aceh Tengah waktu itu Drs. H. Mustafa M. Tamy bersama DPRK Aceh Tengah untuk memindahkan arena Pacuan Kuda Gayo di kampung Belang Bebangka, yakni dibuat arenanya di Lapangan H. Muhammad Hasan Gayo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1b2f25532519002d04067be1b08b7e18 wp-block-paragraph\">Dewasa ini, Even pacuan kuda Gayo telah berkembang sangat pesat mulai dari cara pelepasan kuda sampai dengan aturan mainnya telah mengikuti aturan pacuan kuda nasional. Cita-cita masyarakat gayo menjadi arena pacuan kuda Belang Bebangka dikenal secara basional dan manca negara, sudah terkabul dengan adanya even PON XXI 2024. Jadilah Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka yang berkelas ini menjadi aset nasional yang harus dirawat dan diberdayakan lebih lanjut.@Wk<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usai Pesta Pacuan Kuda PON XXI, Belang Bebangka Lengang News.acehcc.com \u2013 Takengon (13\/9\/2024). Usai sudah kompetesi berkuda, Belang Bebangka pun lengang.&nbsp; Ya sejak awal September lalu, hingga kompetisi berkuda PON XXI wilayah Aceh berlangsung11-12 September 2024, Belang Bebangka menjadi buah bibir. Desa ini, tiba-tiba viral dan terkenal di manca negara. Itulah hasil kegiatan Pekan Olahraga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1191"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1197,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions\/1197"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/acehcc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}