Posko Satgas Bencana Hidrometeorologi Umuslim dapat Kunjungan Tim Kemdiktisaintek
News.acehcc.com. (6/12/2025)

Posko Satgas Bencana Hidrometeorologi Universitas Almuslim Bireuen (Umuslim) dikunjungi TimKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Sabtu (06/12/2025).

Kedatangan Tim yang langsung dipimpin Dirjen Dikti pada kementerian Diktisaintek ini, menurut penjelasan Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd dalam rangka melihat kesiapan, kebutuhan, menanganan dan program pengabdian warga kampus pada korban banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera lainnya.
“Ya, alhamdulillah Bapak Prof Dr Khairul Munadi ST MEng selaku Dirjen Dikti dan Tim berkesempatan ke kampus Almuslim. Khususnya dalam melihat langsung aksi peduli kampus dalam bergerak merespons musibah bencana yang menimpa masyarakat, khususnya yang kita tangani di kabupaten Bireuen” ujar Dr Marwan.
Kita telah membuka Posko “Umuslim Peduli Banjir Aceh” pada hari ketiga kejadian bencana melanda. Dengan banyaknya korban, khususnya para santri-siswa, mahasiswa dan masyarakat yang berdampak, tambahnya.
Selain membuka sekretariat Posko, Satgas yang dibentuk juga membuka dapur umum, penginapan sementara para korban dan membuka donasi. Dari Satgas, saya mendapat laporan lebih 200 orang yang terlayani, dan sudah terkumpul dana dari donator mencapai 45 juta, selain bantuan logistik makanan dan obat-obatan, penjelasan Rektor Umuslim.
Kedatangan Tim Kemdiktisaintek, disebutkan Prof Khairul Munadi, adalah bagian dari wujud kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana.
Pemerintah melalui Kemdiktisaintek berkomitmen mengaktifkan perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusi nyata sebagaimana implementasi program berdampak bidang riset dan pengabdian yang dijalankan selama ini, juga ikut aktif dalam penanganan bencana. Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, namun juga kekuatan kemanusiaan. Hal ini sebagaimana diniatkan oleh Mendiktisaintek, Prof Dr Brian Yuliarto.
Kunjungan kami ke Posko Tanggap Darurat Bencana yang dibuka dibeberapa perguruan tinggi di Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Tengku Umar (UTU) maupun di Universitas Almuslim (Umuslim) di Bireuen, sebut Prof Khairul – untuk melihat langsung apa yang bisa diperbuat dan dilayani para akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat. Dan kontribusi seluruh sumber daya perguruan tinggi layaknya bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Kedatangan Tim juga menyampaikan kabar gembira untuk kampus Umuslim yang cepat peduli bencana. Selain USK, UTU, Unsam, juga Umuslim sebagai Penerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana untuk wilayah Aceh, yang telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur PPM tertanggal 1 Desember 2025 kemarin, jelas Tim sebagaimana dikabarkan dalam laman website umuslim.ac.id.
Hal ini dikerkuat penjelasan kepala LPPM Umuslim, Dr Afkar MPd, yang menyebut dalam lampiran pengumumam yang disampaikan tersebut, usulan Umuslim disetujui semua dengan 5 proposal PkM. Diantaranya, bertajuk “Distribusi Logistik Terpadu untuk Pemulihan Awal Korban Banjir di Gampong Pante Baro dan Cot Tunong, Kabupaten Bireuen” atas inisiatif Dr Marwan dkk.
Juga proposal pengabdian yang dikemas Direktur Pascasarjana Umuslim, Prof Dr Halus Satriawan, berjudul “Program Rehabilitasi Sanitasi Lingkungan dan Kebutuhan Air Bersih Wilayah Terdampak Banjir Sumatera 2025 dengan Solusi Sumur Bor IoT dan MCK Portabel di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen” pungkas Dr Afkar.