News.acehcc.com. (27-01-2026)

Sejumlah 19 PTN/PTS Aceh berkompetisi dalam 609 jumlah proposal Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek se-Indonesia (Submmit, 21 Januari 2026). Program yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra Tahun 2026, cukup banyak dimenangkan perguruan tinggi di provinsi Aceh ini.
Dari pengumuman yang dikeluarkan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana pada tanggal 26 Januari 2026 kemarin, proposal kolaborasi dosen dan mahasiswa berdampak ini, meloloskan 203 proposasl dan meraih pendanaan nasional.
LPPM/LP/LPM (Lembaga Penelitian-Pengabdian) di perguruan tinggi Aceh sendiri, ada lebih 20 PT yang ikut, dan 19 diantaranya lolos dengan sejumlah lebih 100.
Salah satu Kepala LPPM, Dr drh Yusrizal Akmal MSi memberi keterangan, bahwa keikutsertaan PTN/PTS pada program tersebut, mayoritas dari Sumatra.

“Ya, Alhamdulilah, dalam program kemendiktisaintek awal 2026 ini, PTN/PTS Aceh dapat ikut serta dan berhasil lolos dalam menerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak tersebut” tutur Kepala LPPM Universitas Almuslim tersebut.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga bukti bahwa Universitas ataupun Sekolah Tinggi di wilayah Aceh, sudah banyak berkiprah dalam kancah nasional. dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana.” ungkapnya.
Program pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi 26 November 2025 lalu, dan merusak dan melumpuhkan lebih 16 kabupaten/kota di provinsi Aceh, dan sebagian di Sumut, dan Sumbar. Hal ini mendapat respon serius dari Kemendiktisaintek. Salah satunya dalam program “Pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra Tahun 2026, melalui program pengabdian mahasiswa di lokasi berdampak”.
Tentu ini, selain dapat membantu daerah, juga capaian ini sejalan dengan visi – misi dan tujuan perguruan tinggi untuk mencapai unggul, berkarakter, dan responsif terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan pada kebutuhan riil masyarakat.
Ditrektur DPPM, mengingatkan program akan dilakukan, dengan diawali kontak antara DPPM Kemenditisaintek dengan Ketua LPPM/Lembaga sejenis pada PTN/PTS penerima pendanaan tersebut. Setelahnya, dilakukan pencairan dana yang dilaksanakan dalam satu tahap (100%) sesuai dengan dana yang ditetapkan. Serta yang penting lagi, pengiriman mahasiswa ke lokasi kegiatan dimulai pada tanggal 28 Januari 2026 dan tinggal bersama masyarakat hingga 28 Februari 2026.
Dari lampiran surat pengumuman DPPM Kemenditisaintek tersebut, terdapat 18 PTN/PTS di Aceh yang lolos dan meraih pendanaan program Nasional ini. Untuk perguruan tinggi negeri, diantaranya, USK, UTU, Unimal, Unsam Langsa, Poltek Lhokseumawe, serta Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.
Sementara itu terdapat 12 PTS di Aceh yang memenangkan, yakni 3 kampus di Bireuen, Umuslim, Ummah, dan UNIKI.
Lalu UBBG, UUI, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Abulyatama di Banda Aceh. Juga Universitas Bumi Persada, dan Universitas Jabal Ghafur Sigli serta Universitas Nurul Hasanah Kutacane.
Tak ketinggalan beberapa Sekolah Tinggi, diantaranya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang, STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe, dan STMIK Indonesia Banda Aceh,
Program Mahasiswa Berdampak menjadi ruang strategis bagi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan sosial, khususnya dalam konteks pemulihan pascabencana, ketahanan pangan, kesehatan, dan ketersediaan air bersih.
Dengan lolosnya proposal penbadian berdampak ini, maka saatnya, PTN/PTS berkolaborasi serius menunjukkan perannya dalam menjalankan kampus berdampak, yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. (#)
Lampiran….