23 Tahun Umuslim, Miliki 52 Doktor dan 1 Guru Besar

News.acehcc.com. (16-01-2026)

Universitas Almuslim Peusangan Bireuen yang disingkat Umuslim dan bermotto kampus Waqaf ini berdiri tahun 2003.  Tepatnya pada 15 Januari 2003 atau bertepatan dengan 12 Dzulqa’dah 1423 H, hingga tercatat kini mencapai usia ke-23 tahun keberadaan pergurian tinggi swasta dibawah penyelenggara Yayasan Almuslim Peusangan Kabupaten Bireuen.

Perjalanan yang sudah dianggap matang ini tidak hanya sekadar angka, namun keberlanjutannya membuktikan komitmen yang tinggi dan semangat berjihad dalam bidang Pendidikan dan pengembangan SDM untuk kader pimpinan masyarakat yang mumpuni. Dengan menjalankan program akademik yang berkolaborasi dalam nilai keagamaan (Syariah), local wisdom dan budaya nasional serta internasional yang tak dapat dihindari.

Menjadikan kampus waqaf ini terus tumbuh dan berkembang serta pilihan generasi muda Aceh untuk melanjutkan studinya di pusat pendidikan almuslim yang menginspirasi, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dan menjadi teladan dan warna pendidikan tinggi di Aceh dan secara nasional.

Sebagaimana penilaian guru besar Hukum Unimal Lhokseumawe, Prof Dr Faisal SH MH, yang menyatakan “Saya sedikit banyaknya mengenal pimpinan Umuslim, dari Rektor Dr Amiruddin hingga yang sekarang Dr Marwan”.

Saya melihat bahwa Universitas ini semakin berkembang dan maju dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Kita berharap, kedepannya dapat menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berperan aktif dalam mendidik masyarakat, serta menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem kelembagaan yang baik dan akuntabel, sebut Prof Faisal.

Napak tilas, kepemimpinan yang merealisasikan visi – misi Umuslim ini, dimulai dari Rektor pertama, Dr Amiruddin Idris M.Si – dengan latar belakang kepakarannya dalam manajemen SDM dan Pendidikan, telah mencoba meletakkan dasar yang kuat pada visi dan fasilitas kampus yang modern. Telah mengantarkan dan mengenalkan Umuslim di tanah air dan beberapa negara tetangga. Dan menjadikan PTS Aceh terbaik versi LLDikti XIII.

Dilanjut dengan Dr Hambali MPd yang berlatar pada keahlian bidang teknologi Pendidikan, terus memompa atmosfer kampus masyarakat Peusangan Raya ini untuk berpacu mengintegrasikan kebijakan pemerintah dalam kepatuhan dan akreditasi, diaplikasikan dengan membuka jejaring baik local, dan nasional.  Walapun saat itu kondisi dalam sulit berhadapan dengan wabah Covid’19 yang melanda Indonesia dan sangat berdampak pada pelaksanaan pengajaran dan pendidikan.

Memasuki usia Umuslim ke-17 pergantian kepemimpinan berjalan secara demokratis mengutamakan kebersamaan dan kemampuan, hadirlah Dr Marwan MPd yang telah berpengalaman menjalankan administrasi Pendidikan di Umuslim sejak rektor pertama.

Doktor bidang Manajemen Administrasi Pendidikan ini, bersama wakilnya dan staf ahli/khusus – terus melakukan terobosan jitu dan terbaru untuk penggemukkan kampus peusangan ini.  Dimulai dengan memperbaharui semua akreditasi kampus dan prodi, menambah pendidikan Pascasarjana dan terakhir berdirinya Fakultas Kedokteran, suatu hal yang luar biasa.

Di awal programnya, Dr Marwan terusuga mensupport Kerjasama dalam Pendidikan doktor dosen, sehingga saat ini telah memiliki 52 doktor dalam semua bidang keahlian. Dilanjutkan dengan meningkatkan kualifikasi jabatan akademiknya, sehingga sampai saat ini telah lahir 1 dosen dengan jabatan Guru Besar (Profesor) dan lebih dari 40 dengan kepangkatan Lektor Kepala dari sejumlah 300 dosen pada 39 prodi.

Kemajuan perguruan tinggi tidak terlepas dari kepuasan stakeholder (pemangku kepentingan) pendidikan. Dan ini adalah hal yang mutlak dalam manajemen pendidikan tinggi modern. Kepuasan stakeholder—baik internal maupun eksternal—menjadi indikator kunci mutu, reputasi, dan keberlanjutan sebuah perguruan tinggi. 

Untuk itu, terus kita ingatkan perguruan tinggi bukan sekedar untuk memperoleh pendidikan lanjut dan gelar, namun jadikan dia sebagai sumber ilmu pengetahuan, etika dan nilai – nilai masyarakat global.

Masih ada dalam ingatan, apa yang dikatakan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof Dr Muhadjir Effendy (2023), bahwa harus ada transformasi yang signifikan dalam dunia pendidikan agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di kancah global. Pendidikan tinggi di era Society 5.0 dituntut untuk bertransformasi cepat, berfokus pada manusia (Human centered) dan memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah sosial kemasyakatan yang berujung untuk meningkatkan kualitas hidup. 

Kita tunggu… Terobosan Umuslim berikutnya. Selamat Milad, terus berkarya. (@).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *