Ratusan Rektor Teken Kontrak Kinerja PT Berdampak Tahun 2026, Ini Cerita Rektor Umuslim
News.acehcc.com. (7 Jan 2026)

Sekitar 300 Rektor Universitas Negeri dan Swasta se-Indonesia, mendapat undangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Dr Brian Yuliarto di Jakarta, Senin (5 Jan 2026).
Kehadiran Rektor se-Indonesia mengikuti arahan Menteri dan kegiatan penandatanganan kontrak kinerja perguruan tinggi berdampak tahun 2026 yang diselenggarakan di Kementerian tersebut, dalam rangka menyatukan arah “Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, sebut Rektor Universitas Almuslim Bireuen (Umuslim), Dr Marwan MPd, yang juga ikut dalam pertemuan tersebut.
Dr Marwan menyatakan, Perguruan Tinggi yang mengikutinya, karena di nilai memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi fokus tahun 2026, di antaranya jumlah dosen S3 terus meningkat, jumlah jabatan fungsional Lektor kepala meningkat, jumlah publikasi, jumlah PkM bermutu, serta jumlah kerja sama yang mumpuni.

Kegiatan ini juga menjadi upaya strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukur sebagaimana dinyatakan Prof Brian, tambah Doktor Manajemen Pendidikan ini.
Menteri menyebut, bahwa kontrak kinerja bukan sekadar dokumen administrative, namun lebih jauh sebagai suatu panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam irama yang sama. Dan beliau menegaskan; “Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” sebut rektor mengutip penyataan Menteri Prof Brian.
Kontrak kinerja ini diharapkan, Perguruan Tinggi memiliki road map selama 1 tahun untuk mengimplementasikannya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kita di Indonesia punya lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Merupakan potensi dan kekuatan besar dari kelompok intelektual ini untuk memberi solusi atas dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya dan memberikan multiplier effect,” pungkas Dr Marwan.
Merilis laman berita Kemdiktisaintek, bahwa Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, selain sebagai upaya strategis menyatukan arah pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia, sejalan dengan visi transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Juga menurut Mendiktisaintek, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kampus. Potensi ini harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.