News.acehcc.com, –  (Bireuen, 21/12/2022). Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta
didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan
Indonesia?. Demikian sebut Dr Alfi Syahrin, M.Pd dalam acara pelatihan Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) terhadap Konteks Nilai-nilai Budaya Tradisional Aceh di Sekolah Dasar Kecamatan Peusangan Bireuen yang berlangsung di Kampus FKIP Universitas Almuslim pada Rabu (21/12/2022) lalu.

Proyek P5 yang telah dikonsepkan dan digalakkan kementerian pendidikan dan kebudayaan saat ini, sudah harus diimplementasikan pada sekolah penggerak, dan oleh guru penggerak, lanjut Alfi.

Karena, di dalam konteks tersebut, profil pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi
fokus di dalam pencapaian Standar Kompetensi lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan.  Dalam terapannya, kita di sekolah, bisa membuat proyek dengan tema Budaya Tradisional Aceh.

Karena, sebut Dr Alfi yang saat ini juga sebagai Pj Kepala LPPM Umuslim, budaya Aceh memang unik tetapi universal.  Dan dalam bidang pendidikan, dari dulu budaya di Aceh ini sudah memberikan kontribusi yang efektif terhadap strategi pembelajaran khususnya kepada guru sekolah dasar. Karena budaya tradisional Aceh memiliki nilai-nilai pendidikan islam, pungkasnya. 

Salah seorang pengabdi kegiatan ini, Sharfina, M.Pd menyatakan kepada media:

Ya betul.  Pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023 ini kami dari salah satu Tim Pengabdi FKIP Umuslim, disetujui oleh fakultas dan LPPM Umuslim menggelar kegiatan pengabdian dengan tema P5 “.

Kegiatan pengabdian ini dengan target, antara lain, dapat dikembangkan nilai budaya Aceh di Sekolah dasar sebagai bagian dari membentuk karakter guru dan peserta didik.  Juga bagaiamana penerapan penguatan profil  pemuda pelajar pancasila di tingkat sekolah dasar, tutup pengabdi ini. (Kal).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *